Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

IMG-20180322-WA0040Dua seniman Tegal Lanang Setiawan dan Apas Kafasi, Kamis, 22 Maret 2018 siang diundang sebagai nara sumber dan pembaca puisi Tegalan dalam “Diskusi Sastra” untuk Mata Kuliah Puisi dan Sastra Tegal. Acara digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, bertempat di di Gedung Yayasan Pendidikan komplek UPS. Diskusi dipandu oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Leli Triana, M.Pd dan dosen bahasa Lukman Alfaris, M.Pd.

Dalam diskusi tersebut, Lanang memaparkan bahwa sejarah munculnya bahasa Tegal sebagai bahasa tulis berawal terjemahkan sajak WS Rendra “Nyanyian Angsa” kedalam bahasa Tegal menjadi “Tembangan Banyak” tahun 1994. Sejak itu, bahasa Tegal sebagai sarana tulis berkembang hingga sekarang.

Ditambahkan, bahasa Tegal atau yang dikenal basa Tegalan, bukanlah bahasa yang kotor, kasar, atau sejenisnya. “Semua bahasa kedudukan dan derajatnya sama. Tidak ada yang rendah juga tinggi.”

Penyair Apas Kafasi, yang didaulat membawakan beberapa puisi tegalan “Sebayu” karya Lanang Setiawan, dan puisi WS Rendra yang diterjemahkan kedalam bahasa Tegal. Tidak ketinggal beberapa mahasiswa tampil. Bahkan dosen Bahasa Indonesia, Ais Rahmatika, membacakan puisi “Tembangan Banyak”. “Acara ini merupakan pengetahuan bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,” ujar Leli didampingi Lukman Alfis.

Top