Government Tegal City

The realization of the Prosperous Tegal and Dignity-Based Service Excellence

Map Tegal City

Government Tegal City
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Phone : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Rubah Bahasa

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Tegal – Gerakan Sholat Subuh Berjamaah menjadi agenda baru yang akan dilaksanakan rutin di Masjid dan Mushola di Kota Tegal, kegiatan ini merupakan himbauan dari Plt. Walikota Tegal, Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd atau yang akrab dipanggil Kang Nursholeh saat mencanangkan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah pada saat acara Gerakan Sholat Subuh Berjamaah dan Doa untuk palestina Minggu (31/12/2017) pagi dini di Masjid Agung Kota Tegal.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Kebanggaan masyarakat muslim Kota Tegal ini dipenuhi oleh jamaah yang memang selalu memenuhi Masjid Agung ketika berlangsung sholat Subuh maupun Sholat wajib yang lima Waktu maupun sholat yang lain seperti Sholat Jumat dan Sholat Ied.

Isi himbauan yang ditandatangani oleh Kang Nursholeh dan disaksikan jamaah serta perwakilan ormas Islam yang ada di Kota Tegal ini didalamnya yaitu mempertimbangkan bahwa sholat adalah ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh tiap tiap muslim, baik muda maupun tua, dalam kondisi sempit maupun lapang.

Bahwa sholat shubuh adalah ibadah wajib yang dilakukan di awal hari, sebagai pembuka semua aktifitas manusia. Ia memiliki banyak fadilah bagi ketenangan jiwa dan penguatan spirit ilahiyah, Bahwa masjid dan musholla adalah tempat ibadah milik kaum muslimin dan menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk memakmurkannya, dengan menyelenggarakan sholat berjamaah di tiap tiap waktu sholat.

Sebagaimana disampaikan oleh Kang Nursholeh yang mengawali sambutan dengan pekik takbir, “Sengaja saya awali sambutan ini dengan pekik Allahu Akbar, sebagai seruan seluruh umat muslim untuk bersatu dalam menegakkan agama Allah di muka bumi ini, dan tidak ada satupun kekuatan yang dapat menandingi kekuatan Allah SWT. Tidak juga kekuatan Israel, tidak juga kekuatan negara adi daya,” ucap Kang Nurhsoleh dengan penuh semangat dan sahutan takbir dari para jamaah.

“Dan sungguh saat ini kita harus bersatu, untuk memberikan dukungan kepada bangsa Palestina, dan menolak keserakahan Israel, yang hendak merebut Yerusalem dan Masjidil Aqsha dari Palestina. ini adalah bentuk penjajahan terhadap bangsa lain. dan itu sangat melanggar hak azasi sebuah bangsa,” ujar Kang Nursholeh.

“Syukur Alhamdulillah mayoritas negara di dunia menolak intervensi Israel dan Amerika terhadap Palestina,” tambah Kang Nurhsoleh sembari menjelaskan dimana dalam sidang PBB yang digelar di New York pada tanggal 21 desember 2017 lalu, sebanyak 128 negara mendukung resolusi yang mendesak Amerika untuk menarik pernyataannya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, sebelumnya Amerika menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibukota Israel, “Alhamdulillah mayoritas negara menolaknya. Hanya 9 negara yang mendukung, dan 35 negara lainnya bersikap abstain,” tuturnya.

Lebih dari itu Kang Nursholeh juga salut terhadap Presiden Joko Widodo, karena Indonesia adalah negara yang turut memberikan saran kepada Presiden Donald Trump untuk mengurungkan rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Sikap konsisten tetap dibawa hingga sidang PBB kemarin. Semoga pemimpin yang amanah dan senantiasa memperjuang-kan agama allah tetap diberikan perlindungan dan kekuatan oleh Allah SWT.

Disampaikan oleh Ketua Penyelenggara Ghusni Darojatun bahwa Forum Umat Islam Peduli Tegal mempunyai cita cita yang sangat tinggi yang terbingkai dalam kerangka atas dasar iman islam dan dalam rangka menutup akhir tahun 2017 Masehi dan mengawali tahun 2018 Masehi, “Forum Umat Islam Peduli Tegal mempunyai 3 agenda besar dengan mewujudkan keimanan yang benar dalam bentuk mengokohkan persaudaraan umat islam, persaudaraan dalam kebangsaan, persaudaraan kemanusiaan,” ucap Ghusni.

Ditambahkan oleh Ketua Forum Umat Islam Peduli Tegal dicontohkan dalam pelaksanaan sholat ada yang Sholat dengan qunut ada yang tidak, ada yang sholat Ied di lapangan, ada yang di masjid . Tapi ketika pulang kerumah kita semua berpelukan karena kita satu saudara dalam umat islam. “ Kalau kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita, kita rapatkan barisan bersama,” ajak Nahdirin.

Acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Habib Tohir Al Kaff dimana disampaikan bahwa yang ditakuti oleh mereka musuh-musuh Islam adalah persaudaraan umat Islam dengan tidak memandang mereka berasal dari suku bangsa maupun kedudukan mereka, “Sebagaimana yang disampaikan Rasulullah Muhammad SAW bahwa selama muslim. Maka mereka adalah saudara kita dan merupakan ancaman yang besar bagi yang menimbulkan perpecahan,” ucap Habib Tohir.

“Mereka musuh islam takut akan bersatunya umat islam, jangan hanya memedulikan diri sendiri. Ibadah kita sendiri dan keluarga kita sendiri karena kita adalah umat yang satu yaitu umat islam.

Allah SWT melihat dan menginginkan kepedulian kita terhadap saudara kita saudara satu agama yaitu islam” tambah Habib Thohir.

Top