Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Surakarta - Road show bus KPK 2019 jelajah negeri bangun anti korupsi kembali dilaksanakan. Dalam kegiatan ini giliran Kota Surakarta menjadi tuan rumah dalam pelaksanaannya, Jumat (27/9/2019). kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 3 hari kedepan yaitu dari tanggal 27 sampai dengan 29 September 2019 .

Dalam kegiatan ini dilaksanakan penandatanganan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi oleh Walikota/Bupati se-Jawa Tengah

Disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bahwa Gerakan pencegahan dan pemberantasan korupsi harus beragam serta harus ada agen-agen anti korupsi.

“Kita butuh relawan lebih banyak untuk kita ajak menjadi agen agen anti korupsi, sehingga nilai anti korupsi menjadi satu nilai bersama yang akan menjadi suatu sikap dan akan menjadi sesuatu yang bersih itu wajib sehingga life style akan terkendali, konsumsi akan terkendali, gaya gaya yang kemudian berlebihan InsyaAllah akan terkendali karena sistem-sistem kontrolnya akan berjalan,” ucap Ganjar mengawali sambutan usai penandatanganan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi.

Dijelaskan oleh Ganjar bahwa dirinya sedang menyiapkan kurang lebih 340 an yang sedang kita siapkan untuk menjadi agen agen anti korupsi.

“Saya mencoba komunikasi dengan teman teman mahasiswa, mereka menjadi tertarik minimal semacam ekstrakurikuler mereka, kita mulai dorong pada mereka kalau kampanye tematiknya muncul tidak hanya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sifatnya membangun fisik tetapi ada pilihan ber KKN untuk berbicara anti korupsi,” ujar Ganjar.

Lebih lanjut Ganjar menyampaikan dalam kampanye tematik sama halnya ketika dirinya mengajak para mahasiswa dan perguruan tinggi untuk KKN tematik UKM, mendampingi usaha kecil mikro atau kita mendorong untuk beberapa desa menjadi desa yang tanggunh bencana KKN nya tematik nah contoh contoh ini sebenarnya bisa kita dorong untuk jauh bisa lebih baik.

Sementara itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata bahwa dibutuhkan pendidikan karakter yang baik kepada anak-anak kita, sehingga akan membentuk nilai diri anak anak kita mengenali lingkungan dan bertanggung jawab kepada lingkungan ini bisa dilakukan tidak hanya disekolah tetapi juga di lingkungan keliuarga kita, lingkungan RT, RW dan seterusnya.

“KPK hanya sebatas sebagai pendrong, kalau kita berharap hanya pada KPK saya yakin membutuhkan mungkin 2 abad lagi, kita memfasilitasi pendidikan anti korupsi. Materi bisa di download di website KPK, bisa dicetak, disebarluaskna di lembaga dan masyarakat,” ucap Alexander Marwata.

Alexander Marwata juga berharap untuk indeks perspektif korupsi di Indonesia ada kenakikan yang cukup signifikan

“Kami berharap sekali dengan pendidikan yang baik, pembentukan karakter yang baik untuk anak-anak kita, mudah mudahan tahun 2045 setidak-tidaknya ada kenaikan yang cukup signifikan terkait dengan indek perspetif korupsi kita,” harap Alexander Marwata.

Senada dengan Ganjar Pranowo dan Alexander Marwata, Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, M.M bahwa dengan ada Road show bus KPK 2019 jelajah negeri bangun anti korupsi dimana didalamnya ada penandatanganan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi oleh Walikota/Bupati se-Jawa Tengah, Korupsi di Indonesia khusunya di Provinsi Jawa Tengah bisa tidak ditemukan lagi.

“Road show bus KPK 2019 jelajah negeri bangun anti korupsi ini diharapkan nanti tidak hanya penanganan anti korupsi ini tetapi langkah-langkah dari KPK lebih kearah pencegahan, jadi diharapkan bagi kepala daerah dalam kinerjaya tidak melakuka kesalahan,” ucap Dedy.

Top