Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Perlintasan sebidang Kereta Api (KA) merupakan titik sering terjadinya kecelakaan lalu lintas. Seperti yang telah terjadi beberapa hari lalu, di perlintasan KA Tirus sebuah mobil tertabrak KA yang melintas. Meski tidak ada korban jiwa, namun pengguna jalan harus tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu.

Untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat, DAOP 3 Cirebon bersama instansi terkait seperti Jasa Raharja, Dishub Kota Tegal, Komunitas Pecinta KA, dan Polres Tegal Kota mengadakan sosialisasi di perlintasan sebidang yakni di perlintasan Tirus Kota Tegal.

Manager Humas PT KAI DAOP 3 Cirebon Luqman Arif mengatakan giat sosialisasi perlintasan sebidang ini merupakan tindak lanjut dari Focus Group Discussion bertajuk "Perlintasan Sebidang Tanggung Jawab Siapa?" yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 6 September 2019 lalu. Dari itulah, serentak diadakan sosialisasi perlintasan sebidang. Sosialisasi yang dilakukan dengan himbauan melalui pengeras suara dan pembagian brosur.

Perlu diketahui perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur KA dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan KA. Tingginya mobilitas masyarakat dan meningkatnya jumlah kendaraan yang melintas memicu timbulnya permasalahan yaitu terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang.

Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan lantaran tidak sedikit para pengendara yang tidak mematuhi aturan atau rambu, seperti tetap melaju meskipun sudah ada peringatan diperlintasan. Inilah yang perlu diberitahukan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas, agar tidak seenaknya sendiri yang justru membahayakan dirinya sendiri.

Ditambahkan Luqman, diwilayah kerja DAOP 3 Cirebon ada sebanyak 177 perlintasan dan terdiri dari 105 perlintasan tidak resmi. Dari 105 perlintasan tidak resmi tersebut sebanyak 63 perlintasan sudah ditutup sejak 2018. Sementara dari Januari hingga sekarang tercatat telah terjadi sebanyak 47 kecelakaan di perlintasan dan tercatat 45 korban. Ini terjadi lebih karena pelanggaran rambu-rambu di perlintasan.

Top