Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Untuk menekan angka impor salah satunya bawang putih, Pemerintah melalui Bank Indonesia telah menggalakkan penanaman bawang putih maupun bawang merah melalui cluster binaannya. Bawang putih Tegal, yang sudah digencarkan sejak 2015, diharapkan akan semakin meningkat dan mengembalikan kejayaan petani bawang putih Tegal, hingga benar-benar Indonesia tidak perlu lagi mengimpor bawang putih.

Disampaikan Ka KPw BI Tegal Taufik Amrozi saat panen bawang putih di Tuwel mengatakan pada Februari 2015 pengembangan cluster bawang putih di Tegal mulai dilaksanakan. Memang saat itu, tidak mudah awal membudidayakan bawang putih di wilayah pantura. Awalnya hanya 3.000 meter persegi ditanami bawang putih, semata-mata untuk memulai kembali kejayaan bawang putih di daerah Tegal.

Awal panen mampu mendapatkan 22,3 ton per hektarnya. Namun kini, dari 3.000 meter persegi, sudah kurang lebih sudah ada 500 hektar, dan sebanyak 120 hektar yang dibina oleh Bank Indonesia. Kita menginginkan Indonesia benar-benar bisa swasembada bawang putih, dan tidak mengimpor lagi. BI berharap petani bawang putih Tegal bangkit kembali bersama-sama mengembangkan cluster bawang putih.

Tidak hanya itu, bawang merahpun turut menjadi cluster yang diupayakan Bank Indonesia guna mewujudkan petani bawang merah yang sejahtera, tanpa masuknya impor bawang merah. Peningkatan dan perkembangan cluster bawang merah, kini sudah nampak dengan adanya Pabrik pasta bawang merah pertama di Indonesia di wilayah Brebes.

Poktan Bawang Putih Berkah Tani, Ahmad Maufur menyampaikan sukses story bawang putih di Tegal, bahwa pada tahun 80 sampai akhir 90 an bawang putih pernah berjaya di Tuwel dan terbukti dengan pembangunan Masjid hasil dari bantuan para petani bawang putih termasuk menyelenggarakan arisan haji. Dijelaskan Maufur, bahwa bangkrutnya petani bawang putih lantaran masuknya bawang putih impor, yg lebih besar dan harganya lebih murah. Karena bawang putih lokal kalah bersaing dan sudah tidak mampu menghasilkan untung, banyak petani yang hijrah mencari pekerjaan lain ke luar kota.
Hingga pada 2015, Bank Indonesia bersama warga Tuwel ingin kembali menghidupkan bawang putih. Sampai mendatangkan tim ahli dari IPB dan hasilnya hingga sekarang mampu mensejahterakan masyarakat dan bawang putih di Tuwel berjaya kembali.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, Tegal merupakan daerah yang sangat strategis. Hampir 96% bawang putih sampai detik ini masih impor dari Cina. Hal ini yang harus ditekan, untuk itulah cluster bawang putih disejumlah daerah kembali dibangkitkan. Upaya BI ini tidak hanya menjadi upaya sesaat saja, tetapi BI harus dan akan terus mengawal kegiatan tersebut. Mendampingi petani, hingga Indonesia mampu berswasembada bawang.

Top