Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Uang menjadi salah satu alat pembayaran dan ciri khas khas bangsa dan negara. Dahulu kala, Indonesia merupakan wilayah kerajaan, dengan aktivitas jual beli saat itu belum menggunakan rupiah, namun menggunakan emas yang ditukar dengan berbagai barang. Hingga seiring berjalannya waktu dari emas dan koin-koin emas jaman kerajaan beralih pada sistem pembayaran yang sah yakni menggunakan rupiah.

Sejarah peralihan mata uang dan bukti-bukti otentik tentang mata uang, bahkan sejarah berdirinya Bank Indonesia ini semuanya ada di Museum Bank Indonesia di jalan Pintu Besar Utara No 3 Jakarta Barat.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal bersama Kawan Media yakni wartawan pantura dari media elektronik, media cetak, media radio dan media online, Jumat (2/8) mengunjungi Museum Bank Indonesia.

Kepala Operasional Museum BI jalan Pintu Besar Utara No. 3 Jakarta Barat, Assisten Direktur Yiyok T. Herlambang mengatakan tentunya sebagai masyarakat Indonesia jangan hanya melihat nominal dan bentuknya saja, uang yang kita punya. Tetapi kebanggaan bagi kita sendiri, jika kita melihat secara detail banyak kekayaan Indonesia yang ditampilkan pada mata uang rupiah dari mulai flora fauna, tokoh-tokoh, lokasi bersejarah dan adat budaya.

Menurut Yoyok, dengan mengunjungi museum banyak pelajaran atau edukasi yang kita dapat. Dari yang tidak tahu menjadi tahu tentang sejarah.

Di Museum Bank Indonesia sendiri menghadirkan sejarah tentang rupiah dan sejarah berdirinya Bank Indonesia. Bank Indonesia didirikan pada tahun 1828 dengan nama saat itu Dejavasche Bank dijaman pendudukan Belanda. Bangunan yang sekarang menjadi Museum Bank Indonesia dulunya merupakan Dejavasche Bank yang menempati bekas rumah sakit dijaman pendudukan Belanda.

Hingga akhirnya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Dejavasche Bank beralih dan berubah nama menjadi Bank Indonesia. Semua bentuk ruangan, seperti ruang rapat atau pertemuan, ruang kasir masih terjaga keaslian bentuknya, termasuk ornamen-ornamen bangunannya. Setelah Bank Indonesia memiliki bangunan sendiri, bangunan tersebut dijadikan Museum Bank Indonesia. Pada musem ini, ada koleksi uang-uang jaman kerajaan dan rupiah jaman dahulu.

Kepala KPw BI Tegal melalui Humasnya Tulus mengatakan dengan mengunjungi museum tentunya kawan media banyak belajar dan menambah wawasan tentang Bank Indonesia dan rupiah. Kita semakin tahu, bagaimana proses perjalanan Bank Indonesia dan peralihan menjadi mata uang rupiah.

Top