Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Program The Gade Clean and Gold, Memilah Sampah Menabung Emas Bank Sampah Dewi Shinta, Pondok Martoloyo Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal resmi diluncurkan, Senin (29/4) pagi oleh Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. Hadir mendampingi Walikota, Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi, ST, M.M., Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tegal dr Roro Kusnabilla Erfa, jajaran Forkompinda, pejabat di Lingkungan Pemkot Tegal, Pimpinan PT. Pegadaian Wilayah Jateng dan DIY Mulyono SE MM, Pimpinan PT. Pegadaian Area Tegal, dan undangan lainnya.

The Gade Clean and Gold merupakan program PT. Pegadaian (Persero) berkerja sama dengan Bank Sampah Dewi Shinta. Nantinya, setiap hasil sampah yang terkumpul akan dikonversi kedalam harga emas, mulai 0,01 gram.

Pimpinan PT. Pegadaian Wilayah Jateng dan DIY Mulyono, SE., MM menuturkan, konsep Pegadaian Untuk Negeri diantaranya Clean and Gold. Pegadaian mendorong masyarakat menciptakan lingkungan yang bersih. Yakni mengajak masyarakat untuk memilah sampah, dan memanfaatkan bank sampah menjadi tabungan emas. Sampah yang disetorkan di bank sampah bekerja sama dengan Pegadaian, hasilnya menjadi tabungan emas untuk masa depan.

Mulyono berharap, masyarakat terus menjaga kebersihan. Karena 0,01 gram setara dengan Rp 6.000, sehingga masyarakat dapat menabung emas. Adanya fasilitas seperti kantor, laptop, mesin pencacah menambah nilai lebih. “Kapasitas mesin pencacah 90 kg cukup besar, akan menambah nilai lebih dari sisi harga dan manfaat,” imbuh Mulyono.

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, SE., MM., mengapresiasi program Pegadaian yang luar biasa, apalagi kebersihan sebagian dari iman. “Ketika lingkungan bersih yang menikmati Kota Tegal. Kebersihan harus dipelihara,” ungkap Walikota.

Walikota berpesan agar peresmian tersebut tidak hanya kegiatan seremonial saja, akan tetapi masyarakat merasa memiliki. Sebab, dengan merasa memiliki tentunya akan menjaga dan juga melestarikan. Selain itu, Walikota berharap kedepan di lingkungan Perumahan Martoloyo memiliki taman baca untuk anak-anak.

Ketua Bank Sampah Dewi Shinta Rokhimatin mengucapkan terima kasih atas bantuan sarana dan prasarana dari PT. Pegadaian. Dia mengungkapkan, nantinya hasil yang terkumpul dari nasabah akan dikonversikan dalam tabungan emas.

Rokhimatin menceritakan, Bank Sampah Dewi Shinta berdiri 19 Desember 2013 lalu. Ide merintis bank sampah bermuka, saat usai mengikuti sosialisasi tentang sampah yang diselenggarakan Kantor Lingkungan Hidup (Sekarang DLH).

Setelah pertemuan tersebut, Rokhimatin membuat bank sampah Dewi Sinta bersama 4 orang lainnya dengan nasabah sebanyak 11 orang. Setelah berjalan 5 tahun, kini mencapai seratusan nasabah, baik warga di Kelurahan Panggung, maupun luar.

Top