Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL-Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal bersama Komunitas Runtah Tegal Laka-laka (Rutella) mengadakan Pelatihan Kerajinan Daur Ulang sampah, Rabu (13/2. Sedikitnya 30 peserta daru pengelola bank sampah dan penggiat lingkungan mengikuti pelatihan di Pesonna Hotel Tegal itu.

Selama dua hari, mereka bakal dilatih oleh beberapa Instruktur rentang bagaimana membuat produk dari sampah. Instruktur tersebut diantaranya Pegiat Komunitas Runtah Tegal Laka-laka (Rutella) Amril Lurman dan Nur Laelatul Aqifah, salah satu nomine Penghargaan Kalpataru tingkat Jawa Tengah.

Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Andry Hendratmoko mengatakan, tujuan pelatihan tersebut untuk mengedukasi masyarakat untuk peduli dalam pengelolaan sampah. Meningkatkan pengetahuan, kreatifitas dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik.

Lalu, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan teknis kerajinan daur ulang sampag anorganik dan meningkatkan ketrampilan kerajina daur ulang sampah anorganik.

Kepala DLH Kota Tegal Ir. Resti Drijo Prihanto yang diwakil Sekretaris Dinas Nunik Pratiwi mengatakan sampah sudah menjadi permasalahan yang vital saat ini. Bertambahnya penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat telah menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karateristik sampah yang semakin beragam.

“Untuk mengurangi residu sampah, maka perlu adanya pelestarian dan pemanfaatan sampah agar menjadi barang yang dapat memiliki nilai guna”, kata Nunik dalam sambutannya.

Nunik menuturkan, dari hari ke hari sampah terus menumpuk, dan tentunya di tahun mendatang akan sangat berbahaya dan menjadi ancaman jika tidak ada upaya pemanfaatan daur ulang. Agar bisa menjadi barang yang bernilai, strategi ini (daur ulang) dinilai paling tepat agar mampu mengurangi sampah.

Melalui pelatihan ini, kata Nunik, dapat dipraktikkan pemanfaatan sampah dan memgubah pola pikir masyarakat agar mau memilih, memilah dan mau memanfaatkan sampah. Karena daur ulang sampah mampu menghasilkan barang-barang bernilai.

“Ini bisa menjadi titik sadar mau mengurangi penggunaan sampah plastik, seperti penggunaan kantong plastik kresek ketika berbelanja, bisa membawa kantong sendiri dari rumah”, ujar Nunik.

Pegiat Rutella Amril Lurman selaku Instruktur mengatakan kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah khususnya sampah anorganik. Pelatihan ini berupa materi sekaligus praktek yakni pembuatan tas dari bungkus kopi dan limbah koran.

Amril mengaku sudah menggeluti dunia daur ulang sejak 2013 dari keprihatinan sampah. Dulu ikut di Jakarta bergabung dengan komunitas yang akhirnya mendapatkan ilmu mendaur ulang sampah hingga pulang ke Tegal dan diterapkan serta dikembangkan.

Top