Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Permasalahan sampah menjadi masalah serius untuk ditangani. Sampah juga sudah menjadi permasalahan yang vital saat ini. Masyarakat Indonesia dalam sehari tercatat menbuang sampah mencapai 34.500 ton atau 8,9 juta ton pertahun. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak 9,8 Milyar lembar kantong plastik digunakan masyarakat Indonesia setiap tahunnya dan hampir 95% hanya jadi sampah. Karenanya melalui pelatihan mendaur ulang sampah sangat penting untuk mengurangi sampah. Demikian disampaikan Kadis Lingkungan Hidup Kota Tegal yang diwakili Sekdis Ir Nunik Pratiwi saat membuka Pelatihan Kerajinan Daur Ulang sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal di Pesonna Hotel bersama Komunitas Rutela (Runtah Tegal Laka-laka), Rabu (13/2).

Menurutnya, kondisi menumpuknya sampah ini jika terus berlanjut, sangat berbahaya. Apalagi sampah plastik yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa terurai. Jika dari hari ke hari sampah terus menumpuk, tentunya di tahun mendatang akan menjadi ancaman jika tidak ada upaya pemanfaatan daur ulang.

Upaya pemanfaatan sampah dan mengubah pola pikir masyarakat agar mau memilih memilah dan mau memanfaatkan sampah, merupakan langkah tepat untuk mengurangi sampah. Melalui pelatihan ini mengajarkan dan menumbuhkan kesadaran masyarakat secara bijak untuk bersama-sama memanfaatkan sampah.

Karena daur ulang sampah mampu menghasilkan barang-barang bernilai. Ini juga bisa menjadi titik sadar masyarakat agar mau mengurangi penggunaan sampah plastik, seperti penggunaan kantong kresek plastik ketika berbelanja, bisa membawa kantong sendiri dari rumah.

Nunik menambahkan, pada pelatihan yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti oleh 30 pengelola bank sampah dan penggiat lingkungan. Peserta juga mendapat bantuan peralatan pelatihan, tas dari daur ulang sampah.

Sementara selaku instruktur pelatihan, Amril mengatakan kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah khususnya sampah anorganik. Pelatihan berikut praktek ada dua materi yakni pembuatan tas dari bungkus kopi dan limbah koran.

Top