Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL-Tim verifikasi lapangan penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah kembali melakukan verifikasi lapangan kepada calon penerima Kalpataru. Kali ini, tim mendatangi rumah pengelola Bank Sampah Mawar Biru, Nur Laelatul Aqifah, Selasa (12/2).

Tim Verifikasi tersebut dari berbagai unsur, seperti Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, LSM dan Akademisi UNNES.

Nur Laelatul Aqifah terpilih mewakili Kota Tegal masuk nominasi Kalpataru. Selain Nur Laelatul Aqifah, di Jawa Tengah terdapat dua orang lain dari Kabupaten Banyumas dan Kendal.

Ibu dari Empat anak itu masuk Kategori Perintis Lingkungan. Perintis Lingkungan adalah individu bukan pegawai negeri atau bukan pejabat negara yang mempelopori upaya luar biasa Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan merupakan kegiatan baru di wilayah/kawasan tertentu dan/atau berhasil mengembangkan teknologi lokal yang ramah lingkungan.

Perwakilan Tim Verifikasi Penghargaan Kalpataru dari DLHK Provinsi Jawa Tengah Endang Sudaryati mengatakan, penghargaan Kalpataru mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor P.30/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2017 Tahun 2017 Tentang Penghargaan Kalpataru.

Pada Permen tersebut, kata Endang, penerima Kalpataru dibagi empat katergori, yakni Kategori Perintis Lingkungan, Kategori Pengabdi Lingkungan, Kategori Penyelamat Lingkungan dan Kategori Pembina Lingkungan.

Menurut Endang, Kalpataru juga sebagai penghargaan kepada individu atau kelompok masyarakat atas aktifitasnya, partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Nominasi Penerima Kalpataru minimal sudah menjalankan aktifitasnya selama 5 tahun.

Pengelola Bank Sampah Mawar Biru, Nur Laelatul Aqifah mengatakan Bank Sampah Mawar Biru dibentuk 2014 silam. Berawal dari tumpukan sampah di lingkungan sekitar dan kerap terjadi banjir maka warga sepakat bentuk bank sampah.

Dari hasil gagasannya, kini beragram produk seperti ecobrik, tas dari plastik, sepatu dari plastik, tempat minuman, bunga, tempat tisu dan olahan dari sampah telah diproduksi.

Laelatul Aqifah menuturkan, bahan baku produk daur ulang sampah semua berasal masyarakat. Dia menekankan untuk tidak membeli plastik, sebab tekad daur ulang sampah. Untuk pemasaran, Dia melalui on line dan order secara langsung.

Top