Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Menindaklanjuti kasus sengketa aset PT KAI yakni SMA 1 Kota Tegal dengan pihak-pihak terkait diantaranya Pemerintah Kota Tegal, BPN dan Pemerintah Propinsi Jateng, para alumni SMA 1 Kota Tegal yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMA Negeri 1 ( Ikasma) Kota Tegal Rabu (15/1) bertemu dan beraudiensi langsung dengan Komisaris PT KAI Prof Suhono Harso di Ruang Pertemuan Komisaris PT KAI - Jakarta.

Hadir dalam audiensi ini Komisaris PT KAI Prof Suhono, Direksi PT KAI diwakili oleh Deputi Aset Alim, Ketua Umum Ikasma Tegal DR Tafakurrozak dan alumni lain diantaranya Brigjen (Purn) Joesro, Arie Marwoto alumni '70, Arif Muktiono alumni '70, Pangestu Indrayani alumni '89, Prof Wasrin Syafii, Ir Imron Haru, Ir Hastitono, Prof. Yanuarsyah, H Fauzi Muthi dan Rony Kristianto alumni '74.

Ketua Umum Ikasma Kota Tegal DR Tafakurrozak mengatakan dari hasil audiensi disampaikan oleh pihak PT KAI bahwa kasus ini muncul setelah adanya temuan pada neraca maupun aktiva PT KAI yang menyebutkan SMP 1 dan SMA 1 Tegal merupakan aset PT KAI. Di tahun 2017 juga ada temuan-temuan BPK terhadap aset-aser PT KAI yang diklaim pihak-pihak lain atau pihak ketiga yang tidak mempunyai ikatan, baik perjanjian ataupun MOu. Ini jika tidak ada penataan dan pendataan aset, dikhawatirkan apa yang seharusnya menjadi aset PT KAI bisa hilang, dan bisa masuk dalam ranah tindak pidana korupsi.

Sementara terkait aset SMP 1 dan SMA 1 karena aset tersebut sudah masuk dalam BPN memang sudah sepatutnya proses sidang dilakukan, yaitu ada pihak-pihak yang tergugat. Sebab dua alternatif yang disampaikan yaitu Pemerintah Kota ataupun BPN untuk bisa menghapus kedua aset tersebut atau melalui jalur hukum yakni proses persidangan yang saat ini ditempuh.

Menurut Tafakurrozak, pihak PT KAI menyampaikan bahwasanya biarkan proses hukum dan persidangan terus berlangsung, karena memang seperti itulah prosesnya.

PT KAI Terbuka Untuk Pemanfaatan Aset Meski proses persidangan dan sengketa masih terus berlangsung. Namun PT KAI tidak semata-mata menutup mata dan menggusur keberadaan 2 sekolah yang difavoritkan oleh masyarakat Tegal. Justru PT KAI sangat terbuka dengan usulan dan permintaan pemanfaatan aset PT KAI, terlebih memang untuk dunia pendidikan.

Namun tetap, secara prosedur harus tetap dikedepankan, yakni ada surat permintaan pemanfaatan aset baik dari Pemerintah Kota Tegal maupun Pemerintah Propinsi Jateng.

Ditambahkan Tafakurrozak, bahwa PT KAI berharap adanya Ikasma bisa mendorong dan menjadi jembatan antara PT KAI dengan Pemkot Tegal maupun Pemprop Jateng.

"Kita dorong Pemprop dan Pemkot untuk menyurati Dirut PT KAI guna pemanfaatan aset SMA 1 Tegal dan lapangan yang dibelakangnya", ujar Tafakurrozak

Terkait dengan batas waktu pemanfaatan, dijelaskan Rozak dari PT KAI terbuka bahkan tidak ada batasan waktu, asalkan surat menyurat secara prosedur tetap dilakukan oleh Pemkot maupun Pemprop.

Top