Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd menyerahkan bantuan jasa tenaga keagamaan masyarakat Rohaniawan dari agama Kristen, Protestan, Budha, Hindu dan Khong Hu Cu di Aula Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Mahanaim Kota Tegal, Kamis (27/12). Bantuan jasa keagamaan tersebut diserahkan secara simbolis kepada pimpinan masing-masing agama didampingi Kasubbag Keagamaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Miftah Rachmat.

Dalam kesempatan itu, Walikota mengucapkan Natal untuk umat kristiani, selamat hari Galungan dan Kuningan kepada agama Hindu dan Selamat Tahun Baru 2019 kepada seluruh masyarakat Kota Tegal. Perayaan Natal, Galungan dan Kuningan disebutkan Walikota merupakan perayaan yang sangat istimewa. Karena hampir bersamaan dengan perayaan pergantian Tahun Baru 2019.

Di momentum yang bertepatan dengan akhir tahun 2018, Walikota mengajak seluruh rohaniawan untuk merefleksikan diri masing-masing, tentang apa yang telah diberikan kepada umat dan masyarakat Kota Tegal khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

“Sudah menjadi kewajiban kita untuk dapat memberikan manfaat bersama. Menjadi masyarakat yang dicita-citakan para leluhur pendiri bangsa kita. Dengan berpedoman kepada Pancasila dan UUD 1945, para leluhur kita ingin bangsa indonesia menjadi masyarakat yang mengutama-kan persatuan dan kesatuan, mengutamakan kehidupan bangsa DARIPADA kepentingan pribadi dan kelompok, saling menjaga toleransi, mengedepankan rasa solidaritas dan saling hormat-menghormati antar sesama. Sehingga terwujud Kota Tegal yang nyaman dan aman serta terjaganya kondusifitas masyarakatnya,” kata Walikota.

Untuk mewujudkan masyarakat yang subur, makmur, adil dan aman, Walikota mengatakan bahwa Pemerintah Kota Tegal tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. “Oleh karena itu, seiring pergantian tahun 2018, saya mengajak seluruh komponen masyarakat terutama para rohaniawan untuk dapat bersinergi dalam mengisi pembangunan bersama-sama pemerintah Kota Tegal pada tahun baru 2019. Meskipun tugas saya sebagai Walikota Tegal tinggal tiga bulan seminggu. Namun semangat untuk membangun Kota Tegal tetap menggelora,” kata Walikota yang menyebut akan fokus ke bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan usai selesai menjalankan tugas sebagai Walikota.

“Saya fokus bergerak dalam bidang kemasyarakatan dan keagamaan. Saya tidak akan ngerusuih, tidak akan repoti Pemerintah Kota Tegal. Saya akan fokus dan fokus kepada bidang sosial kemasyarakat dan bidang keagamaan. Karo momong putu,” kata Walikota sumringah.

Sementara mengenai jasa tenaga keagamaan masyarakat rohaniawan, Pemerintah Kota Tegal pada tahun 2019 t etap memberikan perhatian. Bahkan diharapkan akan dinaikan. Teknisnya hibah akan diberikan kepada para rohaniawan se-Kota Tegal melalui Kementerian Agama Kota Tegal.

Budi Siswanto Ketua Persatuan Umat Kristiani Kota Tegal mengatakan bahwa pemberian jasa tenaga keagamaan merupakan bentuk apresiasi Pemkot Tegal kepada rohaniawan lima agama di Kota Tegal yang sudah berlangsung selama 9 kali berturut-turut. Sehubungan dengan akan selesainya tugas Walikota, Budi sangat menyayangkan bahkan kalau bisa diperpanjang terus. “Saya menyampaikan secara struktural organisasi, terima kasih yang luar biasa karena sejak menjadi pemimpin kami kita lebih intensif ke arah kerukunan. Jadi kita diajari pak Nur, oleh-oleh sabar, kita diajari mengenai kesabaran hati. Mudah-mudahan ke depan berlanjut lebih baik, terpenting kita jaga kebersamaan dan iklim kesejukan Kota Tegal,” ungkap Budi.

Pimpinan Agama Hindu I Gusti Nyoman Sujana, Pimpinan Agama Budha Surya Dharma, Pimpinan Agama Kong Hu Cu Inggrid Budiarti, Pimpinan Umat Kristiani Gideon Santoso dan Ketua Badan Kerjasama Gereja-Gereka (BKSG) Kota Tegal Pdt. Handoyo memiliki pendapat yang sama mengenai kepemimpinan Walikota Tegal yang biasa akrab dipanggil Kang Nur yang memperhatikan umat lintas agama dan mampu menciptakan kerukunan, kenyamanan dan iklim kesejukkan beragama di Kota Tegal.

Top