Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Cara memperlakukan uang ternyata sudah diatur oleh Undang-undang, salah satunya menyebutkan tidak boleh merusak dalam hal ini termasuk merubah bentuk uang, baik melipat, mengelem, distreples. Yang terjadi sekarang banyak uang-uang yang dibuat sedemikian rupa untuk mahar. Demikian disampaikan Bambang Anggoro Selaku Kasir Muda BI Tegal saat Pers Conference di Ruang Rapat Lantai 2 BI Tegal bersama Anggota Rumah Kreatif Indah, Rabu (19/12).

Menurutnya, sudah diatur dalam undang-undang mata uang pasal 25. Sebagaimana slogannya yaitu 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) sampai 5J yaitu Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, Jangan dibasahi dan Jangan dilipat. Untuk pembuatan slogan ini, BI juga tidak sembarangan untuk membuat slogan dan sudah pasti disesuaikan dengan undang-undang.

Terkait dengan 5J, Bambang menghimbau kepada para pengrajin dan pembuat mahar dengan uang asli, ini jelas dengan sengaja merusak kondisi uang. Dalam ketentuan lain, uang rupiah merupakan simbol negara sama halnya bendera Merah Putih, jadi perlakuannya pun sama termasuk tidak boleh mencorat-coret, melubangi dan menggunting.

Sanksi yang dikenakan yakni denda Rp 1 M atau kurungan penjara 5 tahun. Sejak 2 tahun lalu BI sepakat untuk tidak menerima uang bekas mahar. Adapun jika memang menggunakan uang mainan, diharapkan tulisan contoh, atau uang mainan harus dengan ukuran tulisan yang besar.

Ditambahkan Bambang, sepanjang tahun 2018 ada dua kasus uang bekas mahar yang akan ditukarkan ke BI Tegal untuk, namun sesuai dengan ketentuan uang bekas mahar memang tidak bisa ditukar.

Santi salah satu anggota Rumah Kreatif Indah yang juga pengrajin mahar mengatakan sudah sejak tahun 2007 tidak lagi menggunakan uang asli. Dirinya menggeluti pembuatan mahar sejak 2001. Hingga sekarang setelah mengetahui adanya aturan dari BI, tidak lagi menggunakan uang asli, namun diganti dengan uang mainan

Semua anggota di Rumah Kreatif Indah juga sudah sepakat untuk tidak lagi menggunakan uang asli. Meskipun awalnya terjadi penurunan orderan karena menolak order pembuatan mahar dengan uang asli. Namun baginya yang namanya rejeki tidak akan lari kemana, tetap saja ada konsumen yang datang dan mau memesan pembuatan mahar dengan uang mainan.

Top