Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Menjelag Natal dan Tahun Baru 2019 (Nataru), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal melakukan sidak berbagai kebutuhan pokok di Pasar Pagi dan Pasar Kejambon Kota Tegal, Kamis (20/12).

“Kita cek beberapa kebutuhan pokok yang dicurigai akan mempengaruhi inflasi Kota Tegal di bulan Desember,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius bersama Plt. Sekda Kota Tegal Drs. Yuswo Waluyo, Kepala Bulog Sub Drive Pekalongan Rasiwan dan Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal terkait saat sidak di Pasar Pagi.

Usai sidak, Joni mengatakan bahwa dilihat untuk kebutuhan pokok ada beberapa kenaikan dan ada komoditas yang stabil harganya. “Daging sapi aman, stok cukup dan harga tidak naik, daging ayam dan telur naik sedikit seribu sampai dua ribu, dan beras stok juga aman posisinya stabil dan dari Bulog stok cukup,” ungkap Joni.

Joni Marius menyebut bahwa inflasi Kota Tegal masih stabil diangka 2,6 di periode Januari-November 2018. Angka ini termasuk rendah dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional. Inflasi Kota Tegal ini juga menyumbang Inflasi di Jawa Tengah. Sementara target inflasi maksimal 3,5 plus kurang 1 di Jawa Tengah dapat tercapai. Sehingga diharapkan inflasi Kota Tegal bulanan di Bulan Desember kurang dari 0,4 persen. Sehingga kita di 3 lebih sedikit, sehingga di inflasi nasional.

“Kita himbau kepada masyarakat dan pedagang untuk menjaga tingkat harga. TPID melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui talk show dan banner-banner di pasar-pasar,” sebut Joni.

Sementara itu, stok beras disebutkan Rasiwan dijamin persediaannya selama enam bulan kedepan. “Stok beras aman karena sampai saat ini Bulog memiliki cadangan beras sampai 30 ton. Stok tersebut dapat digunakan untuk cadangan selama enam bulan kedepan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tegal,” ungkap Rasiwan.

Selain itu Bulog juga sudah membuka tiga kios di Pasar Pagi Kota Tegal dijadikan outlet yang menyediakan beras premium dengan harga terjangkau Rp. 9.000. “Harga di gudang kami seharga Rp. 8,100,” ungkap Kepala Bulog Sub Drive Pekalongan, Rasiwan.

Sedangkan Plt. Sekda Kota Tegal Drs Yuswo Waluyo menghimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan pedagang tidak melakukan penimbunan kebutuhan pokok, sehingga diharapkan tidak terjadi lonjakan harga yang akan mempengaruhi inflasi Kota Tegal.

Kepala Dinas Koperasi Kota Tegal Drs. Khaerul Huda menyebut upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal terkait adanya kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok, akan melaksanakan operasi pasar oleh Satgas Pangan Kota Tegal dan melaksanakan pemantauan distribusi dan penimbunan.

“Kalau ada indikasi penimbunan silakan melapor ke Satgas Pangan. Hal ini untuk menjamin kebutuhan pokok tercukupi semua. Apalagi Bulog juga sudah menjamin ketersediaan beras sehingga masyarakat tidak panik,” kata Khaerul Huda.

Sebagian Tim TPID juga melakukan sidak ke Agen LPG di Jl. Sipelem Kota Tegal. Menurut Hindarto Manager Operasional Agen Baruna sudah ada tambahan 550 tabung dari Pertamina untuk persiapan stok menghadapi Nataru sehingga stok LPG diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Top