Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Jika terjadi bencana alam seperti banjir atau rob, warga terdampak diharapkan memperhatikan semua peringatan yang diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal.

“Apabila terjadi bencana yang cukup besar kami menyarankan kepada seluruh masyarakat Kota Tegal untuk memperhatikan semua peringatan yang diberikan oleh BPPD. Setiap arahan-arahan atau himbauan-himbauan BPPD untuk dipenuhi. Apabila dihimbau untuk melakukan evakuasi segera lakukan evakuasi secara mandiri. Tanpa menunggu banjir itu semakin besar,” pinta Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Andri Yudi Setiawan, usai Apel Siaga Darurat Bencana Kota Tegal, Kamis (6/12) di Halaman Pendopo Ki Gede Sebayu Kompleks Balaikota Tegal.

Diungkapkan Andri Yudi, kejadian banjir pada awal tahun 2018 di Kota Tegal yang terjadi pada bulan Februari, masyarakat tidak segera mengevakuasi diri walaupun BPBD sudah menghimbau untuk segera evakuasi sebelum banjir besar datang. “Akhirnya kita kesulitan dalam mengevakuasi ketika banjir sudah besar,” kata Andri Yudi menyesalkan.

Selain sikap tanggap dan mandiri dari masyarakat, dalam rangka mencegah terjadinya banjir, BPBD meminta kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membersihkan drainase secara bergotong royong serta siap siaga selama 24 jam. “Sebagian besar penyebab banjir adalah tersumbatnya drainase, atau saluran-saluran air yang terjadi di Kota Tegal

Dalam Apel yang dipimpin oleh Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd, ditampilkan kesiapan BPBD bersama personel BPBD, Satgas Pusdalops-PB, TRC, petugas Damkar, petugas kesehatan, Dishub, dan sukarelawan. Tak ketinggalan sinergitas TNI dan POLRI.

Sedangkan untuk peralatan juga ditampilkan dalam apel namun hanya sebagian kecil dari peralatan yang dimiliki BPBD. Karena BPBD memiliki item-item kecil dalam jumlah banyak. Peralatan yang ditampilkan antara lain motor tempel, water portable apabila terjadi kekurangan air, pompa air bila terjadi banjir, tenda keluarga, perahu karet dari LANAL dan BPPD sendiri, mobil damkar, ambulans, dan anjing pelacak (K-9). Anjing pelacak berumur 2 tahun itu memiliki keahlian menemukan korban yang tertimbun.

“Kami sudah memiliki standard operation procedure (SOP) jika apabila terjadi masa tanggap darurat kami meminta walikota untuk menerbitkan status tanggap darurat. Kami juga melakukan koordinasi antar instansi di Pemerintah Kota Tegal dan instansi vertikal yakni TNI dan POLRI untuk ambil langkah-langkah. Tentunya langkah-langkah sesuai SOP tanggap darurat. Kemudian untuk logistik siapkan bekerja sama dengan BPPD Provinsi dan BPPD Nasional,” ungkap Andry.

Selain itu, dalam rangka mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam di musim hujan ini, BPBD berencana akan mendirikan empat posko di titik-titik rawan bencana. Untuk posko pusat ada di Jl. Cempaka yaitu pusat pengendali operasi dan bencana.

Sebelum apel siaga darurat bencana, BPBD bersama instansi terkait juga melakukan rapat koordinasi pada Selasa (4/12) yang menghasilkan kesepakatan mengenai tugas masing-masing instansi bila terjadi tanggap darurat.

Walikota Tegal menyebut biasanya banjir yang terjadi di Kota Tegal merupakan banjir siklus lima tahunan. Meskipun demikian, Walikota mengharapkan semua bencana alam tidak terjadi di Kota Tegal. “Tapi yang namanya bencana kan datangnya kadang-kadang tiba-tiba, maka kesempatan seperti ini dalam rangka apel siaga, semua masyarakat, stakeholder, pemangku kepentingan saya minta bersatu padu untuk mengantisipasi datangnya bencana. Kalau kita sudah antisipasi dengan datangnya bencana, insya Allah korbannya dapat diminimalisir,” ujar Walikota.

Dikatakan Walikota, penanggulangan bencana merupakan urusan semua pihak, meskipun pemerintah sebagai penanggung jawab, masyarakat adalah garda terdepan sehingga perlu ditingkatkan kesiapsiagaan secara merata. Walikota juga meminta warga Kota Tegal menjadi pribadi-pribadi yang peka dan tanggap terhadap pemeliharan lingkungan. “Tidak membuang sampah sembarangan, peduli terhadap lingkungan sekitar, bergotong royong membersihkan lingkungannya terutama drainase agar tidak tersumbat. Ini penting dilakukan guna meminimalisir banjir dan bencana alam lainnya,” pinta Walikota.

Disebutkan Walikota, titik-titik daerah rawan rob antara lain Mintaragen dan Tegalsari, sementara untuk titik rawan banjir tahunan atau kadang-kadang terjadi banjir ada di Kecamatan Margadana. Sekarang sedang merembet ke kecamatan Tegal Barat, Tegal Timur dan Tegal Selatan, yang semua perlu diantisipasi.

Walikota juga menginstruksikan BPBD untuk mengaktifkan posko siaga bencana dan mengecek dan menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam rangka penanganan bencana. “Bangun kebersamaan antara BPBD dengan seluruh penggiat kebencanaan agar dapat menanggulangi bencana alam dengan sigap dan cepat,” ungkap Walikota yang juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada BPBD Kota Tegal atas kesungguhan dan kerja keras dalam pengabdiannya demi kemanusiaan.

Top