Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal menggelar sosialisasi perlindungan ketenagakerjaan bagi pelaku dan pekerja Industri Kecil Menengah (IKM) yang tergabung dalam Asosiasi Perajin Industri Kecil Siap Mengembangkan Ekonomi Tegal (APIK BANGET) di Sanggar Pramuka, Jalan Hangtuah, Kota Tegal.

“Agenda ini sebagai tindaklanjut adanya MoU antara Walikota Tegal dengan BPJS Ketenagakerjaan pada 21 Agustus 2018 yang lalu dan kami selaku OPD harus melaksanakan kebijakan tersebut,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal R. Heru Setyawan, Selasa (13/11).

Dalam paparannya dihadapan IKM APIK BANGET, Heru Setyawan menyampaikan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan amanat Undang-undang Dasar 1945, yaitu setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermanfaat, jaminan sosial juga sebagai hak asasi manusia, dan negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat serta memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Terkait dengan ketenagakerjaan, disebutkan Heru bahwa peran pelaku dan pekerja IKM cukup signifikan dalam meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). "Dahulu ibu-ibu yang mengurus rumah tangga hanya masuk dalam kelompok Bukan Angkatan Kerja. Namun jika mereka bekerja dalam proses IKM dan UKM maka akan masuk dalam kategori Angkatan Kerja yang bekerja," jelas Heru.

Sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal Cep Nandi Yunandar menyebut kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal itu dalam rangka optimalisasi dan memperluas cakupan kepesertaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Dikatakan Cep Nandi, ada empat program BPJS Ketenagakerjaan yang ditawarkan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan dalam beraktifitas produksi pelaku dan pekerja IKM. “Sesuai dengan Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal Nomor tanggal 9 November 2018, maka diharapkan diikuti minimal dua program, yaitu Jaminan Kecelakan Kerja (JKK) dan Jaminan kemaatian (JKM),” sebut Cep Nandi.

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Kota Tegal Moh. Haryanto menjelaskan tentang kecelakan kerja bagi pelaku dan pekerja IKM. Menurutnya kecelakan kerja yang terjadi akibat proses pruduksi baik di dalam mapun di luar tempat usaha, dan bisa disebut kecelakan kerja bila terdapat unsur ruda paksa. Yaitu cedera pada tubuh manusia akibat terjatuh, terpukul, tertabrak, dan lain-lain.

“Untuk mengikuti dua program, yaitu JKK dan JKM peserta hanya membayar premi sebesar Rp. 10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) saja setiap bulannya, sehingga menurutnya tidak memberatkan apalagi mengganggu cash flow usaha , namun memiliki nilai manfaat yang sangat besar,” jelas Moh. Haryanto.

Ketua APIK BANGET Sinta Meilani mengatakan kegiatan yang diikuti anggota APIK BANGET dinilai sangat baik dan bermanfaat bagi diri dan rekan-rekan IKM lainnya. “Penjelasan dan paparan dari narasumber dapat memberikan kejelasan bagi kami. Sehingga kami tidak ragu lagi untuk ikut program BPJS Ketenagakerjaan terutama program jaminan kecelakan kerja dan jaminan kematian. Terima kasih juga kepada Disnakerin Kota Tegal yang selama ini telah membina kami,” pungkas Sinta

Top