Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

TEGAL –Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto meminta literasi dan inklusi perbankan syariah perlu ditingkatkan kembali. Sebab sesuai hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan syariah yang sudah dilakukan survei terakhir pada tahun 2016, hasilnya indeks literasi secara nasional masih tergolong sangat rendah untuk syariah.

“Dalam hal ini OJK meminta perhatian khususnya terkaitindeks literasi secara nasional masih rendah masih diangka 8,11 persen. Jadi kalau kita merasa jualan syariah agak sulit walaupun penduduk kita muslimnya banyak, disebabkan lliterasinya memang masih sangat rendah,” ungkap Ludy saat Tasyakuran Relokasi Kantor BTN KCS Tegal pada Selasa (13/11) malam.

Hadir Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tegal Dra. Isritati yang mewakili Walikota Tegal Drs. HM. Nursholeh, M.MPd, Lina Yunitha, S.E Kepala Satuan Layanan Administrasi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Tegal, AKP Arifin, SH, Kepala Satuan Intelkam Polresta Tegal mewakili Kapolresta Tegal, Departemen Head Divisi Syariah BTN Iskandar, Agus Fajaryanto Deputi BTN Kantor Wilayah VI dan Kurnia Muhammadi Branch Manager BTN KCS Tegal.

Disebutkan Ludy, saat ini dunia perbankan syariah sudah masuk jebakan trap 5 persen sehingga sangat sulit untuk tumbuh lagi. Jadi memang dunia perbankan syariah harus mundur sedikit untuk melangkah kedepan bagaimana kita bisa melangkah satu lompatan

“Untuk itu investasi dibidang edukasi dan sosialisasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan bisnis syariah itu sendiri. Syariah harus menjadi bagian kebutuhan dari umat muslim itu sendiri, jadi kalau kita muslim pilihan nomor satu seharusnya syariah bukannya konvensional,” jelas Ludy.

Disebutkan Ludy, saat ini industri keuangan syariah masih di angka 11,06. Ada gap atau kesenjangan antara indeks literasi dan indeks inklusi. Sebab akses atau penggunaannya ketika ada orang yang tidak paham tetapi membeli produk syariah.

“Itu namanya fundamentalis, ngerti tidak ngerti yang penting syariah, tidak penting mahal yang penting syariah. Ada ruang disitu. Namun memang secara konsep literasi harus ditingkatkan kalau memang kita ingin menjual dengan mudah produk syariah, pesan kami bisa berkerja sama,” ungkap Ludy yang juga akan berencana untuk mendirikan masyarakat syariah di Kota Tegal segera yang diharapkan akan segera direalisasikan pada akhir November ini. Dalam forum tersebut, Ludy bertindak sebagai ketua masyarakat syariah di Kota Tegal.

Mengenai perkembangan terkini perbankan syariah di wilayah Jawa Tengah, Ludy menyebutkan data bahwa sesuai laporan keuangan perbankan syariah pada posisi bulan Agustus 2018 total aset perbankan syariah di Jawa Tengah telah meningkat sebesar 3086 miliar, atau 14,15 persen year to year (YoY).

Disebutkan Ludy, hal ini didukung pertumbuhan dari dana pihak ketiga yang meningkat signifikan di tengah zaman yang susah di level 11,96 atau secara nominal 1896 miliar dan ada pertumbuhan pembiayaan sebesar 17,78 persen.

Dengan mencermati data perkembangan perbankan syariah di wilayah Jawa Tengah, Ludy mengatakan bahwa kontribusi perbankan syariah di wilayah Kota Tegal masih sangat cukup menantang untuk terus ditingkatkan. Pada posisi bulan Agustus 2018 total aset di wilayah Kota Tegal sebesar 1,1 triliun atau berkontribusi sebesar 4,81 dari total aset di jawa Tengah.

Untuk penghimpunan dana pihak ketiga sebesar 609 miliar atau berkontribusi sebesar 3,43 persen dari total dana pihak ketiga di Jawa Tengah.

“Jangan dilihat angkanya masih 3 persen tetapi lihat ada ruang pertumbuhan yang cukup besar. Mudah-mudahan kantor yang baru membawa semangat baru dan membawa nilai-nilai baru. Saya pribadi ingin melihat bahwa syariah ini cukup berbicara banyak. Mudah-mudahan bisa tercapai,” harap Ludy.

Ludy berharap BTN syariah bisa berperan dalam pembangunan ekonomi daerah dalam rangka mencapai visi perbankan syariah yakni mewujudkan perbankan syariah yang berkontribusi secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan dan stabilitas sistem keuangan serta berdaya saing tinggi.

Top