Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Kantor Perwakilan BI Tegal bersama para awak media atau wartawan se-eks Karasidenan Pekalongan Rabu (7/11) berkunjung ke BI Malang. Kunjungannya dalam rangka menambah pengetahuan tentang fotografi sekaligus belajar mengenai kluster yang diampu oleh BI Malang dan berhasil meraih juara nasional.

Fauzi Amir selaku Kepala Tim KPw BI Tegal mengatakan, ini merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka kemitraan dengan para wartawan. Kunjungan ke kota Malang diharapkan ada pengetahuan yang didapat dari kisah sukses para UMKM nya ataupun kluster yang diampu oleh BI Malang.

Jaka Setiawan selaku Kepala Tim Assesment Pengembangan Ekonomi KPw BI Malang, sangat mengapresiasi kedatangan rombongan wartawan dari wilayah Pantura. Pengenalan wilayah Malang berikut dengan pengembangan kluster agrikulturnya menjadi materi yang disampaikan, dan diharapkan akan menjadi pengetahuan, sharing dan memotivasi teman-teman yang ada di wilayah Pantura.

Menurtnya, saat sekarang ini, yang dibutuhkan tidak hanya bersinergi saja tetapi juga kolaborasi antar semua pihak. Peran media juga menjadi sangat penting dalam rangka mensosialisasikan kebijakan dan program-program pengembangan ekonomi BI. Dari sinilah kemitraan BI dengan awak media terus dibangun.

Imam Hanafi selaku Ketua Gapoktan Mitra Arjuna Malang yang membawahi 13 Poktan dan menjadi kluster yang berhasil memajukan hasil panen dan kesejahteraan para petaninya menceritakan, bahwa awalnya dulu para petani di wilayah Batu Malang keheranan kedatangan Bank Indonesia, sebab dimata masyarakat BI hanya mengurusi uang ternyata sangat peduli dengan kluster budidaya masyarakat. Keberhasilan petani juga berdampak pada perekonomian yang lain.

Dulu awalnya para petani merupakan petani kentang dan bawang putih. Namun, karena saat itu bermodalkan pola tanam secara keturunan, berkali-kali panen tidak membuahkan hasil maksimal. Baru setelah BI merangkul dengan mendatang tim ahli pertanian, para petani banyak belajar dan mencoba. Hingga akhirnya panen berlimpah, awalnya hanya 15 ton perhektar, kini mampu memanen 30 - 40 ton perhektarnya.

Dari kesuksesan ini akhirnya banyak yang ingin bergabung. Bahkan kini sudah bervariasi ada kelompok tani apel, jamur dan sayur-sayuran.

Sementara pemateri tentang fotografi yakni Singgih seorang fotografi profesional dari Surabaya. Bahwa untuk mendapatkan foto yang terbaik selain didukung dengan skill dan kepekaan terhadap obyek foto, juga didukung dengan alat atau kamera yang canggih. Ketajaman warna kini sudah bisa didapat dengan alat kamera keluaran terbaru dengan jenis full frame.

Pada pertemuan ini, diberikan kenang-kenangan dari KPw BI Tegal ke KPw BI Malang dan begitupun sebaliknya.

Top