Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Dalang Wayang Kulit Gagrak Cirebonan asal Inggris Prof. Mathew Isaac Coheen manggung di kota Tegal, Mathew membawakan lakon “Eka Laya Pralaya”. Pementasan wayang kulit gagrak yang di selenggarakan di Lapangan Alun-alun, Selasa (7/8) ini menceritakan tentang perjuangan dan kerja keras Eka Laya untuk menjadi murid Negawan Drona, namun tidak tercapai karena Begawan Drona terikat sumpah dan tugas untuk mendidik Pandawa dan Kurawa.

Tak hanya Dalang Mathew saja yang berasal dari luar negeri, Ia juga membawa beberapa pengrawit yang berasal dari Inggris.

Plt. Wali Kota Tegal M. Nursholeh yang hadir secara langsung menyampaikan apresiasinya kepada dalang Mathew, atas usahanya sebagai orang luar Indonesia yang mencintai dan turut melestarikan budaya Indonesia yakni seni wayang.

Nursholeh berharap masyarakat Kota Tegal bisa turut melestarikan budaya asli Indonesia berupa seni Wayang, karena menurutnya wayang merupakan salah satu pilar budaya Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Dinar Marnoto menyampaikan acara pementasan wayang ini kerjasama antara Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Tegal.

Selain untuk memeriahkan HUT RI ke-73 juga untuk menelusuri jejak penghayatan Mathew sebagai seorang dalang yang belajar di tlatah Cirebon.

Ini merupakan rangkaian perjalanan dari Subang Purwakarta, Majalengka, Cirebon, Indramayu, Brebes dan Selasa (7/8) mentas di Kota Tegal.

Menurut Dinar, setelah pentas di kota Tegal, Mathew akan pentas di Solo, dalam perhelatan “Back to Home”, dimana seniman-seniman luar negeri yang mempelajari tradisi gamelan dan wayang akan pulang ke Indonesia sebagai rumah kedua, untuk reuni sekaligus mentas bersama.

Ia berharap masyarakat yang turut menyaksikan pementasan wayang gagrak ini bisa menikmati pertunjukan, dan tetap mencintai seni wayang.

Top