Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Lakon Brandal Mas Cilik mentas di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Lakon yang mengisahkan tentang sosok kepahlawanan yang berani melawan penjajah sampai titik darah penghabisan ini, dipentaskan dalam acara Pentas Seni Budaya dan Pameran Produk Unggulan Kota Tegal, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tegal, Minggu (22/7).

Brandal Mas Cilik dimainkan bersama Wayang orang orangan, dengan 12 orang Pemain ditambah 2 orang pemain musik.

Lakon yang dipentaskan oleh sanggar Kaloka ini menceritakan tentang kegigihan Mas Cilik dalam mempertahankan dan membela tanah Tegal. Dalam pementasannya mengisahkan Brandal Mas Cilik dengan kegigihannya itu sempat jatuh hati kepada Monica, seorang putri Belanda. Dan Monica pun menaruh hati dan cinta kepada Mas Cilik. Mereka saling menaruh hati. Namun cinta tak selamanya berjalan mulus. Kisah percintaan itu di ketahui oleh paman dan keluarga Monica yang membenci Mas Cilik.

Selang beberapa waktu, mereka terpisah, dan bertemu kembali dan pertemuan keduanya dapat diketahui sang paman dan Raden Mas Rangga, seorang petinggi tanah jawa yang bermuka dua. Persekutuannya dengan Belanda menjanjikan sebuah jabatan. Raden Mas Rangga pun membujuk Mas Cilik agar bisa bergabung dengan Blanda. Bujukan itupun tak di terima. Di tolak mentah mentah oleh Mas Cilik.

Perselisihan antara mas cilik dan Raden Mas Ranggapun tak terhindarkan lagi, yang mengakibatkan Mas Cilik di tembak oleh kompeni. Monic Dewasa mengharu biru atas tertembaknya Mas Cilik. Gendon dan Sakib, dua orang sahabat Mas Cilik yang dari awal menasehati dan mengawal Mas Cilik pun tak mampu melawan kompeni.

Ki Bagong selaku pemain senior dalam sanggar Kaloka tersebut menyampaikan bahwa, pesan moral yang ingin disampaikan adalah kegigihan dan rela berkorban jiwanya untuk melawan penjajah, demi tidak mau menyerah. Dan diaplikasi dengan masyarakat Tegal jangan mudah menyerah dan tahan banting, punya semangat tinggi untuk menjaga daerahnya.

Senada dengan hal tersebut Plt. Wali Kota Tegal M Nursholeh dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Kota Tegal merupakan Kota yang hebat, dengan APBD 1.1 T, dengan jumlah penduduk 124 ribu jiwa.

Nursholeh mengaku bahagia bisa berkumpul dengan masyarakat Tegal yang berada di Jabodetabek. Ia menyampaikan bahwa disisa masa jabatannya akan selalu berusaha mensejahterakan masyarakat Tegal, dan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk selalu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Kota Tegal.

Top