Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

sutas 2018Bertempat di Biaskop XXI, Paragon City Mall Semarang, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah menggelar sosialisasi dan koordinasi Survei Pertanian Antar Sensus (Sutas) 2018, Kamis (3/5). Dihadiri ratusan tamu undangan, sosialisasi sutas juga diisi dengan lounching program peningkatan kemampuan SDM di lingkungan SKPD Provinsi Jawa Tengah dalam penyelanggaraan statistik yakni Stastistical Coaching Clinic (SCC)

Kepala BPS Jawa Tengah Margo Yuwono mengatakan Sutas 2018 dilakukan pada pertengahan periode Sensus Pertanian 2013 dan Sensus Pertanian tahun 2023."Nantinya dapat diketahui perkiraan populasi rumah tangga pertanian menurut sub sektor, perkiraan poluplasi komoditas, perkiraan produktifitas dan parameter populasi ternak" ujar Margo

Sosialisasi dan koordinasi Sutas 2018 ini bertujuan mendapatkan data pertanian secara rinci yang disesuaikan dengan kondisi sekarang agar upaya fenomena pertanian bisa ditangkap dari sekarang. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi besar-besaran berkoordinasi dengan semua stakeholder supaya data yang dihasilkan berkualitas dan bisa digunakan untuk berbagai kebijakan pemerintah.

Diketahui sektor pertanian selama ini dianggap tidak menarik dibandingkan sektor-sektor lainnya. Hasil Sensus Pertanian 2003 ke 2013 selama 10 tahun turunnya 1 juta rumah tangga pertanian sehingga di Sutas BPS ingin melihat apakah fenomena ini terus berlanjut apa tidak.

Sementara itu Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah Budi Wibowo dalam sambutannya siap mendukung dengan dilaksanakannnya Sutas 2018. Dengan Sutas data akan valid maka semua langkah kegiatan perencanaan akan mendapatkan hasil yang optimal. Survei data pertanian dan data potensi desa diharapkan mendapatkan satu basis data di tingkat desa sehingga diketahui apa yang harus dikembangkan di tingkat desa.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri mengatakan Single data system membuat data dan informasi yang disajikan lebih terjamin validitasnya dan terakomodasi secara sentralistik. Ini akan sangat bermanfaat untuk mendokumentasikan hasil-hasil pembangunan, termasuk untuk Sutas 2018.

Sedangkan Narasumber Prof Muhammad Firdaus Yang merupakan  Guru Besar IPB menyampaikan data Sutas sangat penting untuk menjawab persoalan pertanian. Persolan pertanian misalnya masih banyaknya impor yang dilakukan oleh pemerintah hingga jumlah produksi. Dengan metodologi yang tepat, sutas bisa mendapatkan data yang valid. Sehinga data yang terkumpul bisa mengetahui dan membongkar masalah tersebut.

Top