Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Politeknik Harapan Bersama bekerja sama dengan Koordinator Perguruan Swasta (Kopertis) wilayah VI Jawa Tengah menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) selama lima hari di Kampus Politeknik Harapan Berssama pada hari Senin (3/4) sampai Jumat (7/4). Sebanyak 50 dosen berpartisipasi dalam pelatihan tersebut. Pelatihan Pekerti merupakan program pelatihan yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan kompetensi pedagogic para dosen.

Hadir sebagai pemateri dalam pelatihan Pekerti di antaranya Prof. dr. Sunandar, M.Pd (Universitas PGRI Semarang), Dr. Chalimah, MM (UNIKAL Pekalongan), Dr. Lamijan, SH., M.Si (UNDARI Ungaran), Dr. Ir. Benny Diah Madusari (UNIKAL Pekalongan), serta Sunardi, S.S., M.Pd (UDINUS Semarang). Semua berada di bawah komando Kopertis. Termasuk petunjuk teknis instruktur pelatihan yang diberikan selama lima hari.

Lokakarya pekerti dibuka Khafdillah MS, S.Kom., SH, selaku Ketua Yayasan Pendidikan Harapan Bersama dalam sambutannya mengatakan, Politeknik Harapan Bersama akan terus meningkatkan kualitasnya, agar menjadi kampus terdepan di Kota Tegal dan mempunyai nilai lebih dari kampus – kampus lain khususnya di Kota Tegal.

Untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, dibutuhkan dosen berkualitas dan mumpuni. Sebagai seorang tenaga pendidik, dosen dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Kompetensi professional itu di antaranya harus memiliki kemampuan merancang program pembelajaran dalam jangka pendek dan jangka satu semester.

Ketua Panitia Penyelenggara Arfan Haqiqi S, M.Kom, menambahkan selain harus menguasai dasar komunikasi dan keterampilan mengajar, melaksanakan pembelajaran berdasar paradigma baru di perguruan tinggi, merancang, dan melaksanakan evaluasi hasil belajar mahasiswa. Selain itu mampu merancang dan melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam pelatihan ini, para dosen peserta diwajibkan membuat tugas yang digunakan sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat Pekerti dari Kopertis. Sertifikat ini nantinya bisa digunakan sebagai pengganti akta V. Fungsinya seperti layaknya SIM guna mengajar di perguruan tinggi. Saat ini akta IV dan V sudah tidak ada lagi, akta IV sendiri digantikan dengan akta mengajar sedangkan pekerti sebagai pengganti akta V.

Di akhir pelatihan, peserta melakukan Peerteaching, yaitu simulasi mengajar dan dinilai oleh teman sejawat dan instruktur untuk mengevaluasi apa yang sudah dipelajari selama pelatihan.

Top