Pemerintah Kota Tegal

Terwujudnya Kota Tegal yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis Pelayanan Prima

Peta Kota TegalSelayang pandang

Pemerintah Kota Tegal
Jl. Ki Gede Sebayu No. 12 Tegal
Telp : 0283 355137, 0283 355138 Fax : 0283 353673
e-mail : info@tegalkota.go.id

Change Language

Menu
FaceBook  Twitter  Mixx.mn     

Pengembangan cluster bawang putih di wilayah Tuwel dan Bojong sejak 2015 lalu oleh Bank Indonesia Tegal mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Ir. M. Prakosa dari Komisi XI DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke wilayah Tegal dan Kabupaten Tegal, kemarin (10/4).
 
Upaya BI Tegal mengembalikan kembali kejayaan Tuwel dan Bojong yang dulu dikenal sebagai petani bawang putih secara bertahap mengalami perkembangan dan peningkatan. Hal ini diketahui dengan meninjau langsung ke lahan penanaman bawang putih di Bojong dan Tuwel.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ir. M Prakosa bertemu dengan para petani di UPTD Bojong.
 
Suhadi selaku Kepala Bidang Pertanian dan Holtikultura UPTD Bojong mengatakan, dulu wilayah Bojong dan Tuwel dikenal sebagai petani bawang putih dan penghasil bawang putih terbesar. Namun sejak tahun 1998 banyak petani yang berhenti karena masuknya bawang putih impor, sementara biaya operasional tanam bawang putih cukup besar tidak sebanding dengan harga jual bawang. Sebab bawang putih impor dijual lebih murah dengan tampilan fisik yang lebih besar.
 
Diungkapkan Suhadi, pada tahun 2015, Bank Indonesia Tegal datang kesini untuk kembali membangkitkan kejayaan bawang putih. Awal penanaman hanya beberapa saja petani yang mau. Hanya 3000 meter persegi saja saat itu ditanami bawang putih. Namun seiring berjalannya waktu, melihat dari hasil panen dan kesungguhan BI mengembangkan cluster ini, akhirnya banyak petani yang bergabung, hingga akhirnya total bawang putih yang ditanam mencapai 22 hektar.
 
Disela-sela tinjauan, dari Komisi XI DPR RI Ir M Prakosa mengatakan, pengembangan cluster bawang putih merupalan upaya nyata BI Tegal untuk mendukung perekonomian. Wilayah Bojong dan Tuwel yang dulu dikenal sebagai sentra bawang putih sampai akhirnya terpuruk lantran masjknya bawang putih impor, kini bisa bangkit kembali Ini yang perlu dikembangkan lagi. Dengan kerja keras hingga akhirnya mencapai 22 hektar merupakan usaha yang patut diapresiasi dan sudah selayaknya mendapat dukungan penuh. Sebab dengan langkah ini, diharapkan bisa menjadi percontohan dan Indonesia bisa swasembada bawang putih dan tidak perlu impor lagi.
 
Ditegaskan Prakosa, BI Tegal benar-benar sangat membantu  perekonomian di daerah, melalui kajian, advisory, pengendalian inflasi daerah melalui TPID dan mendorong program ketahanan pangan pemerintah salah satunya melalui program klaster yang mendorong bangkitnya budidaya bawang putih serta mendorong hilirisasi bawang merah.
 

Setelah ini, Prakosa akan segera merapatkan dan menyampaikan kepada Komisi di DPR RI yang terkait termasuk dengan Kementerian Pertanian.

Top