Meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Kota Tegal secara optimal merupakan upaya yang hendak dicapai dari Tegal Cerdas 2011. Upaya ini harus dapat dibuktikan realisasinya dan dapat diukur pencapaiannya.
Derajat pendidikan masyarakat yang akan diwujudkan dalam Tegal Cerdas 2011, pencapainnya difokuskan pada indikator kinerja capaian sampai tahun 2014, yaitu terwujudnya paripurna wajib belajar pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun, terwujudnya rintisan wajib belajar pendidikan menengah 12 (dua belas tahun), terwujudnya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa, terwujudnya pendidikan kesetaraan, terwujudnya peningkatan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan serta sertifikasi tenaga pendidik, terwujudnya manajemen pelayanan pendidikan, terwujudnya kelurahan vokasi/life skills, terwujudnya budaya edukasi bagi keluarga dan masyarakat.
Indikator pencapaian Tegal Cerdas 2011 akan menjadi optimal manakala diupayakan secara sungguh-sungguh disertai dengan komitmen yang kuat.
1. Terwujudnya Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ditujukan guna memenuhi hak asasi anak, antara lain mendapatkan layanan pendidikan sedini mungkin, memberikan landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam segala aspek ketrampilan sosial, akademik maupun moral. Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan indikator bagi terwujudnya program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Target Capaian Indikator
Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya Program | Angka partisipasi Kasar | |
| Pendidikan Anak UsiaDini | PAUD | 48,34% |
* Target capaian untuk Provinsi Jawa Tengah adalah 61%
Â
2. Terwujudnya Paripurna Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 (sembilan) Tahun
Upaya Pemerintah Kota Tegal guna mencapai target paripurna Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 (sembilan) Tahun dilakukan dengan cara (1) gerakan massal tuntas wajar dikdas secara konsisten dan berkelanjutan, (2) pemberian subsidi kepada TK/RA difokuskan pada TK/RA yang terletak di kelurahan dengan persentasi kemiskinan tinggi, (3) bantuan operasional pendidikan untuk sekolah, (4) beasiswa untuk siswa tidak mampu, (5) pendataan terhadap anak yang rawan putus sekolah dan menurunkan Angka Putus Sekolah (APS), (6) rehabilitas ruang kelas dengan kondisi rusak berat dan (7) pemberdayaan forum Pendidikan Untuk Semua (PUS).
Sebagai alternatif bagi peserta didik yang mengalami persoalan pada pendidikan formal, pendidikan kesetaraan diupayakan untuk meminimalisir Angka Putus Sekolah. Indikator capaian seperti pada tabel berikut :
Â
Target Capaian Indikator Program Paripurna Wajib Belajar
Pendidikan Dasar 9 (sembilan) Tahun,
Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya | APM | 87,68% |
| paripurna wajib | APK | 102% |
| belajar pendidikan | Kelulusan SD/MI | 98% |
| dasar 9 (sembilan) | Kelulusan SMP/MTs | 95% |
| tahun | ||
| Pendidikan Khusus : | ||
| APK SDLB | 37% | |
| Kelulusan SDLB | 100% | |
| Angka lulus pendidikan kesetaraan | ||
| 1. Paket A | 67,50% | |
| 2. Paket B | 70% | |
| 3. Paket C | 75% |
Â
3. Terwujudnya Rintisan Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 (dua belas tahun)
Program Wajib Belajar Pendidikan Menengah 12 (dua belas tahun) yang sedang dirintis oleh Pemerintah Kota Tegal bertujuan untuk menuntaskan peserta didik sampai pada pendidikan menengah atas. Hal ini diupayakan sebagai bentuk pemberian kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengenyam pendidikan sampai pada pendidikan menengah atas. Salah satu dukungan bagi suksesnya program ini adalah pemberian bantuan biaya bagi siswa miskin dalam Kota Tegal.
Target Capaian Indikator Wajib Belajar
Pendidikan Menengah 12 (dua belas) Tahun,
Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya Wajib Belajar | APM | 72,57% |
| Pendidikan Menengah 12 | APK | 85% |
| (dua belas) tahun | Kelulusan SMA/MA/SMK | 95% |
Â
4. Terwujudnya Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Sertifikasi Tenaga Pendidik
Peningkatan kualitas pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, oleh karenanya sangatlah tepat apabila upaya yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pendidikan dibarengi dengan peningkatan kualifikasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Sejalan dengan upaya peningkatan tersebut, program sertifikasi pendidik menjadi motivasi bagi peningkatan kompetensi dan juga kesejahteraan.
Target Capaian Indikator Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik
dan Kependidikan serta Sertifikasi Tenaga Pendidik Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya | Kualifikasi Pendidik PAUD | |
| Peningkatan | S1/D4 | 50% |
| kualifikasi tenaga | Kualifikasi Pendidik : | |
| pendidik dan | 1. SD/SDLB | 53% |
| kependidikan | 2. SMP/MTs | 85,00% |
| serta sertifikasi | 3. SMA/MA/SMK | 85% |
| tenaga pendidik | 4. Kesetaraan A,B,C | 82,50% |
| Sertifikasi Pendidik : | ||
| 1. PAUD | 22,55% | |
| 2. SD/SDLB | 45% | |
| 3. SMP/MTs | 30% | |
| 4. SMA/MA/SMK | 37,50% | |
| 5. Pengawas TK, SD/SDLB, SMP, SMA/SMK | 100% |
Â
5. Terwujudnya Kelurahan Vokasi / Life Skills
Indikator terwujudnya Kelurahan Vokasi/Life Skills adalah pengangguran usia 15-44 tahun memperoleh layanan pendidikan kecakapan hidup sehingga langkah Pemerintah Kota Tegal dalam mengembangkan Kelurahan Vokasi diantaranya (1) menyelenggarakan pendidikan ketrampilan bagi pemuda pada 27 kelurahan, (2) melakukan pendataan pengangguran usia produktif 15-44 tahun, (3) mengembangkan bursa-bursa kerja, (4) memfasilitasi hubungan kerjasama lembaga latihan kerja dengan dunia usaha sebagai tempat magang dan (4) memberikan modal lunak bagi masyarakat/pemuda yang mau berwiraswasta.
Target Capaian Indikator
Terwujudnya Kelurahan Vokasi/Life Skills Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya | Usia 15-44 tahun memperoleh | 55% |
| Kelurahan | layanan pendidikan kecakapan | |
| Vokasi/Life Skills | hidup | |
Â
6. Terwujudnya Budaya Edukasi Bagi Keluarga dan Masyarakat
Budaya edukasi bagi keluarga dan masyarakat dikembangkan guna menciptakan rasa tanggung jawab keluarga dan masyarakat terhadap dunia pendidikan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, orang tua (keluarga), masyarakat dan pemerintah, sehingga dengan membangun budaya edukasi bagi keluarga dan masyarakat terjadi pemaknaan pendidikan secara integralistik.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari budaya edukasi bagi keluarga dan masyarakat. Fungsi pendidikan ini mencakup 3 (tiga) hal penting, yaitu : pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi perilaku yang baik bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa, memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat, menyaring budaya-budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Nilai-nilai minimal yang dikembangkan dalam pendidikan ini adalah tangguh, jujur, cerdas dan peduli.
Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, maka upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pendidikan Kota Tegal antara lain (1) menyusun regulasi guna mengawal budaya edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, (2) menggugah peran serta stake holder dalam pembangunan pendidikan di Kota Tegal, (3) menyusun pokja-pokja tingkat kelurahan agar memantau pelaksanaan edukasi di masyarakat dan (4) gerakan massa agar tidak menonton televisi pada jam-jam belajar dan gerakan membaca bagi orang tua.
Â
Target Capaian Indikator Terwujudnya
Budaya Edukasi bagi Keluarga dan Masyarakat
Tahun 2011
Â
| Sasaran | Indikator | Target 2011 |
| Terwujudnya | Bebas buta aksara | 4,67 % |
| budaya edukasi | ||
| bagi keluarga | Kelurahan memiliki Taman | 65% |
| dan masyarakat | Bacaan Masyarakat |
Last Updated on Tuesday, 01 March 2011 17:54






















