Ada yang mengatakan bahwa Mbah Panggung merupakan penasehat spiritual dari kerajaan Demak. Mbah Panggung merupakan keturunan Arab dengan nama Syayid Syarif Abdulrochman, yang lebih dikenal dengan Abdulrochman. Mbah Panggung eksis pada masa kerajaan Demak sekitar tahun 1478.
Â
versi lain menyatakan Dia adalah Sunan Drajat, salah seorang Walisanga. Putra dari Sunan Ngampel atau Raden Rachmat dari istri yang berasal dari Campa. Dia, termasuk pangeran terpandai diantara saudaranya. Ia tidak suka berdiam diri di dalam istana kerajaan dibanding dengan Sunang Bonang, saudaranya, yang lebih suka mendekam di istana. Sebaliknya Sunan Panggung justru lebih memilih jalan pengembaraan untuk memperdalam ilmu Agama Islam.
Namun dalam pengembaraannya itu, semakin hari perbuatannya semakin tak dimengerti banyak orang dan segala hukum agama diterjang. Misalnya, ekspresi diri yang berwujud nafsu ‘luwamah’ dan ‘amarah’-nya itu, telah ia keluarkan dari badan wadagnya berwujud anjing hitam dan anjing merah. Kedua anjing itu senantiasa mengikuti ke mana tuannya melakukan perjalanan. Anjing yang hitam diberi nama ‘Imam’, sedang anjing yang merah dia beri nama ‘Tauhid’.
Last Updated on Monday, 13 December 2010 10:22


























