Aroma kaldu hasil rebusan daging blengong meruap dari sepiring kupat bercampur kuah nan kental. Ketika mulai disantap, rasa gurih dan kenyal daging blengong langsung terasa. Dan gurihnya kupat atawa ketupat tersebut makin terasa oleh taburan kerupuk dan bawang goreng.
Makanan khas Tegal, Jawa Tengah, itu biasa dinikmati saat senja menjelang hingga malam. Salah satu pusat pedagang kupat blengong terletak di gerbang masuk Perumahan Baruna Asri dan Jalan Hang Tuah. Di kedua tempat itu terdapat puluhan penjual kupat blengong, yang umumnya berupa warung lesehani.
Boleh dibilang kupat blengong yang mereka jajakan bukanlah makanan biasa. Selain ketupat, bahan utamanya adalah daging blengong, daging unggas hasil kawin silang antara bebek dan entok. Yang menjadikan makanan itu juga bukan makanan biasa terletak pada bumbunya yang kaya rempah-rempah, antara lain kayu manis, jahe, kunyit, laos, lada, kencur, kemiri, dan daun salam.
Segala jenis rempah-rempah tersebut merupakan bumbu penetral kaldu blengong. Dan kaldu blengong yang gurih dan agak amis akan terasa nikmat bila dicampur dengan ramuan rempah-rempah.
Blengong merupakan sebut-an hewan jantan hasil kawin silang bebek dan entok. Adapun yang betina disebut tongki. Daging blengong sangat cocok untuk sajian masakan kupat yang berkuah karena cenderung besar. "Kalau tongki relatif kurus," ujar Tblib. Meski rasanya sama-sama gurih dan kenyal, Tblib menambahkan, daging blengong lebih gemuk dibanding tongki.
Dalam penyajiannya, daging blengong sengaja dipisah dari kupat yang sudah bercampur ..mm.m dan bumbu rempah-rempah. Biasanya daging blengong goreng dipisah dari kupat. Dan jeroannya disajikan dalam bentuk sate.
Blengong, yang banyak dipelihara oleh sejumlah peternak di Kampung Sumurpangang, Margadana, Ttegal, juga menjadi penghasilan sejumlah peternak setempat. Dari kampung tersebut setiap hari ratusan blengong dikirim ke sejumlah pedagang kupat.
Last Updated on Monday, 13 December 2010 10:46

























