
Gempa Bumi
-
Perhatikan perilaku binatang peliharaan (kucing/anjing/burung) yang tak wajar.
-
Perhatikan getaran permukaan air dalam gelas atau tempat penampung lainnya.
-
Dengarkan bunyi derit sudut bangunan (pintu/jendela).
-
Jangan panik, usahakan menunduk, berlindung dan mengamankan kepala.
-
mencari ruangan yang jauh dari dinding, lemari, jendela, pintu dan sumber api/listrik
-
Untuk lansia, cacat atau sakit tetap di tempat dan merunduk. Jika di atas kasur, tetap di tempat dan lindungi kepala dengan bantal/benda lain.
-
Jauhi jendela kaca (yang pecah dan beterbangan saat gempa). Juga, waspada langit-langit/benda menggantung yang mungkin runtuh.
-
Jangan berlari keluar rumah saat bangunan berguncang, sebab bisa tertimpa reruntuhan/terkena lemparan benda.
-
Keluar rumah, bila guncangan benar-benar berhenti.
-
Jika dalam gedung tinggi, jauhi jendela dan sisi tembok. Berlindung di bawah meja dekat pilar. Jangan gunakan lift atau elevator.
-
Jika di daerah pantai saat gempa, ambil posisi merunduk, berlindung, dan lindungi kepala. Begitu gempa berhenti, larilah ke tempat lebih tinggi untuk menghindari (kemungkinan) tsunami.
Â
Tsunami
-
Jika berada di pantai, segera panjat pohon/naik bangunan tinggi terdekat. Ingat! Waktu menyelamatkan diri dari tsunami itu kurang dari 20 menit.
-
Jauhi sungai dekat laut, karena dapat menjadi jalan tsunami.
-
Saat tsunami datang dan sedang berpegangan pohon, jangan membelakangi benturan benda yang dibawa gelombang. Balikkan badan saat gelombang berbalik arah kembali ke laut dan tetap berpegangan kuat hingga tsunami reda.
-
Jangan hiraukan kerusakan sekitar. Utamakan keselamatan jiwa, bukan barang.
-
Selamatkan diri melalui jalur mengungsi yang diketahui.
-
Utamakan melindungi anak, wanita hamil, lansia dan cacat.
-
Tetaplah bertahan di daerah ketinggian sampai ada kabar keadaan aman dari pihak berwenang.
-
Jika terseret tsunami, carilah benda terapung sebagai rakit.
-
Jika rumah Anda selamat, ajaklah korban selamat tinggal dirumah agar semangat hidup terjaga.
-
Jika berada dalam kapal di tengah laut, segera pacu kapal menuju laut lebih dalam.
Â
Banjir
-
Saat banjir skala kecil, tetapi hujan terus berlangsung dan diumumkan agar bersiap-siap, maka lakukan tindakan berikut :
- Ikuti pengumuman lanjutan dari pihak berwenang lewat radio/TV/lainnya.
- Pastikan barang bawaan mengungsi dalam keadaan baik
- Bila rumah berlantai dua, pindahkan barang berharga ke atas.
- Isi penuh air bak mandi, saat banjir air tandon kotor.
- Pastikan anggota keluarga tahu cara mengungsi dan apa yang wajib dibawa.
- Ungsikan lebih awal lansia, bayi, wanita hamil dan penderita cacat.
- Ikat barang mudah bergerak satu dengan lainnya agar tak hanyut.
-
Saat banjir membesar, kumpulkan keluarga dan Siap mengungsi.
-
Matikan aliran listrik dalam rumah.
-
Tutup kran air utama yang mengalir kedalam rumah.
-
Siapkan bekal makanan yang tahan air (kemasan plastik atau kaleng).
-
Selamatkan barang berharga sehingga tidak rusak/hilang terbawa banjir.
-
Selalu memantau kondisi ketinggian air untuk tindakan selanjutnya.
-
Ajak keluarga mengungsi sedini mungkin, saat genangan air masih memungkinkan dilalui.
-
Saat berjalan mengungsi, jauhilah saluran air agar tak terseret arus banjir.
Â
Longsor
-
Bangunkan anggota keluarga yang tidur, biasanya korban longsor adalah mereka yang sedang tidur.
-
Waspadai perubahan mendadak sebagai pertanda longsor di bukit/puncak, seperti :
- Debit aliran air bertambah/berkurang drastis
- Warna air menjadi sangat keruh
-
Amati keadaan luar rumah, bila mengalir lumpur dan/atau lumpur campur batu, berarti longsor besar akan tiba.
-
Bila tanda datangnya longsor terlihat, cepat mengungsi ke lokasi yang lebih stabil.
-
Bila tak bisa melarikan diri, posisikan tubuh membulat (seperti bola) dan lindungi kepala.
-
Cermati kondisi jalan yang dilalui mengungsi, karena sewaktu-waktu bisa longsor, retak dan disapu aliran lumpur.
Â
Gunung Meletus
-
Tutup rapat jendela, pintu dan lubang angin rumah.
-
Lindungi kendaraan bermotor atau peralatan mesin lainnya dan matikan mesinnya.
-
Masukkan hewan peliharaan dan persediaan makanan ke tempat lebih aman.
-
Kumpulkan keluarga, ambil tas yang sudah disiapkan dan segera mengungsi.
-
Kenakan pakaian yang melindungi tubuh, seperti baju panjang, topi dan lainnya.
-
Gunakan kacamata atau apapun untuk mencegah debu masuk mata. Jangan memakai lensa kontak.
-
Pakai masker/kain untuk menutup mulut dan hidung.
-
Menutup wajah dengan kedua belah tangan saat abu letusan gunung turun.
-
Dengarkan instruksi pihak berwenang dan ikuti rute mengungsi yang ditetapkan.
-
Hindari lokasi rawan letusan (lereng gunung, lembah, sungai kering, aliran lahar).
-
Usahakan masuk ke ruang lindung darurat/bungker.
-
Siapkan diri menghadapi bencana susulan.
Â
Angin putting Beliung
-
Bila peringatan akan datang angin topan/puting beliung, siapkan persediaan makanan untuk keperluan minimal tiga hari dan barang yang diperlukan (lilin, lampu, senter dan batereinya). Ini untuk mengantisipasi rusaknya jaringan listrik.
-
Menutup jendela dan pintu kaca dengan papan untuk menahan angin sehingga bangunan lebih bisa bertahan.
-
Mendengarkan radio untuk memantau kondisi darurat dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)
-
Saat angin topan menerjang, tetaplah berada dalam rumah, kecuali bila dianjurkan mengungsi. Meski belum ada seruan mengungsi, pastikan diri/keluarga siap mengungsi.
-
Bila dianjurkan untuk tinggal dalam rumah, maka :
- Kebutuhan makanan & perlengkapan telah siap.
- Berada di ruangan paling aman di rumah.
- Mematikan sumber api, aliran listrik dan alat elektronik
- Memonitor situasi dan kondisi melalui radio/TV
-
Saat 'pusat' angin topan lewat, meski keadaan tenang, tetap berada dalam rumah hingga badai benar-benar reda.
-
Setelah angin topan berlalu, usahakan untuk tidak segera memasuki rumah/kawasan/daerah tinggal, sampai dinyatakan aman.
-
Untuk memperlancar proses pembenahan kawasan terlanda angin topan, pihak yang tak berkepentingan dilarang masuk.
Last Updated on Thursday, 07 July 2011 19:04



























