Dalam sebulan terakhir, hampir sebagian besar masyarakat Kota Tegal mengeluhkan kurang lancarnya aliran air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tegal. Air bersih yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari hampir setiap pekan tidak mengalir atau mati. Kondisi ini membuat masyarakat prihatin, pasalnya mereka tetap membayar retribusi ke PDAM.
Menanggapi hal ini, Plt Direktur PDAM Kota Tegal Ngatiri mengatakan, sumber mata air untuk masyarakat Kota Tegal 70 persen berasal dari jaringan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) dan 30 persen dari sumber mata air bumi jawa.
Sejak januari kemarin, telah terjadi perbaikan dari PDAB Propinsi disejumlah titik kerusakan pipa jaringan air bersih. Sedikitnya dari januari hingga februari ini telah dilakukan sebanyak 29 perbaikan pipa ACP. Akibat perbaikan ini, distribusi aliran air untuk masyarakat Kota Tegal menjadi tersendat.
Air yang seharusnya dialirkan terpaksa dihentikan sementara atau tetap dialirkan dengan jumlah debit air yang sedikit sampai perbaikan benar-benar selesai. Hal ini berdampak pada distribusi air bagi warga Kota Tegal.
Menurut Ngatiri, pihaknya telah menyampaikan keluhan kepada PDAB Propinsi. Namun menurut PDAB, jika pipa ACP tidak diperbaiki maka sewaktu-waktu kerusakan yang terjadi bisa bertambah parah. (danu)


























