Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) berharap Pemerintah Pusat bisa menaikan tunjangan veteran dan dana kehormatan. Sebab saat ini kesejahteraan bagi anggota veteran dinilai belum layak. Demikian disampaikan ketua LVRI Jawa Tengah Kolonel Purnawiran Kadarwan usai membuka musyawarah cabang ke 5 LVRI kabupaten dan Kota Tegal di pendopo ki gede sebayu rabu siang (22/02).
Kadarwan mengatakan, jumlah anggota LVRI jawa tengah saat ini mencapai 14 ribu orang. Dari jumlah ini ada veteran yang tidak memiliki jatah pensiun dan memiliki pensiun. Bagi veteran yang memiliki pensiun, mendapatkan dana atau tunjangan kehormatan dengan nilai 250 ribu rupiah per bulan. Sedangkan veteran yang tidak memiliki pensiun mendapatkan tunjangan veteran sebesar 1 juta rupiah per bulan.
Tunjangan dan dana kehormatan ini menurut kadarwan dinilai tidak relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, LVRI Jawa Tengah mengajukan usulan untuk kenaikan tunjangan veteran kepada Pemerintah Pusat dengan nilai 2 juta rupiah per bulan. Sedangkan untuk tunjangan kehormatan bisa lebih dari 250 ribu rupiah per bulan.
Selain itu, LVRI berharap kepada jajaran instansi militer yang ada di seluruh jawa tengah agar melakukan sosialisasi kepada bekas-bekas tentara yang sudah mendaftarkan diri sebagai veteran atau belum masuk ke dalam lembaga LVRI. Sebab menurut Kadarwan, masih banyak tentara yang sudah pensiun tidak masuk kedalam LVRI.
Kadarwan menegaskan, saat ini LVRI memiliki 2 kategori veteran yakni veteran pejuang yaitu veteran yang berjuang saat perang kemerdekaan 45. Kemudian veteran pembela atau veteran yang pernah bertugas di masa-masa operasi Dwikora atau Trikora. Kedepan LVR akan menambah kategori veteran perdamaian yakni veteran yang pernah bertugas di pasukan garuda atau pasukan perdaiaman/ dibawah komanda perserikan bangsa-bangsa (PBB).
Sementara itu, dari hasil muscab ke 5 LVRI kabupaten dan Kota Tegal terpilih Sugiyono sebagai ketua LVRI kabupaten dan Kota Tegal masa bhakti 2012 hingga 2017. Sebelumnya perolehan suara Sugiyono hanya mencapai 22 suara atau kalah 2 suara dari calon lain yakni Haji Sunarinto yang memiliki 24 suara.
Namun karena kesibukan organisasi yang terlalu banyak, Sunarinto menyerahkan kepemimpinan LVR kabupaten dan Kota Tegal kepada Sugiyono yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas harian ketua LVRI kabupaten dan Kota Tegal. (fandy)



























